12/11/2022
DAPATKAN PROMO DAN HADIAH MENARIK DI SETIAP PEMBELIAN PERLENGKAPAN MEBEL ANDA!!!!
Hanya di Rachma MEBEL jepara
——————
Pusat pembelian mebel BERKUALITAS bukan hanya murah, dengan mengedepankan bahan yang baik sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
Dikerjakan oleh tukang yang sudah berpuluhan tahun yang sudah terbukti di bidang mebel.
KEUNTUNGAN BERBELANJA DI SINI:
📍Pembayaran COD (barang sampai baru bayar)
📍TRUSTED SELLER ( Sudah terjual 10k+ Produk)
📍 FREE GIFT ACC ( KOTAK TISU JATI, BANTAL PELUK)
📍 SETIAP PEMBELIAN LEBIH DARI 1 BARANG FREE KURSI CAFE
📍FREE ONGKIR UNTUK WILAYAH JAWA
JANGAN RAGU & LANGSUNG SAJA BUKTIKAN SEKARANG!!!!
Informasi & pemesanan
WA : 082125136222
Cab Solo City
12/11/2022
SEJARAH MEBEL JEPARA
Mebel Jepara, membaca kata tersebut tentu kita diajak untuk berpikir pada 2 buah kosa kata yang menunjukan sebuah keterangan lokasi dan sebuah kata benda yang menjadi kebutuhan hidup manusia saat ini. Sedangkan Kota Jepara merupakan salah satu penghasil mebel jepara yang mempunyai dinamika terbaik di negara ini. Penyerapan tenaga kerja dan hasil industri yang dapat kita lihat secara langsung merupakan denyut nadi utama kota jepara.Hal ini tentu tidak terjadi secara instan dan dalam waktu yang singkat. Industri mebel jepara atau furniture jepara ini merupakan hasil dari siklus industri selama bertahun - tahun dengan didukung sejarah panjang yang menempa keahlian dan pengalaman masyarakat jepara.
Sejarah Ukir Mebel Jepara
Pada zaman dahulu kala hiduplah pengukir dan pelukis bernama Prabangkara atau disebut juga dengan Joko Sungging, era Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Raja Brawijaya ingin memiliki lukisan istrinya dalam keadaan tanpa busana. Ini manifestasi dari rasa cinta raja. Prabangkara mendapatkan tugas untuk melukis istri raja tanpa busana tetapi kondisi tidak boleh melihat permaisuri dalam keadaan tanpa busana. Harus melalui imajinasi saja. Prabangkara melaksanakan tugas-tugas tersebut. Dan selesai tugasnya dengan sempurna. Tiba-tiba seekor kadal buang kotoran dan terkena lukisan tersebut. Sehingga lukisan permaisuri seperti memiliki tahi lalat. Raja gembira dengan hasil karya Prabangkara tersebut. Melihat dengan lukisan detail gambar tersebut. Dan begitu dia melihat tahi lalat. Raja murka.
Dia menuduh Prabangkara melihat langsung permaisuri tanpa pakaian. Karena lokasi persis seperti kenyataan. Raja cemburu dan menghukum Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang, kemudian menerbangkannya. Layang-layang itu terbang sampai ke daerah Gunung Belakang di Jepara dan mendarat di Belakang Gunung itu. Gunung belakang itu kini bernama desa mulyoharjo kabupaten Jepara. Kemudian Prabangkara mengajarkan ilmu mengukir kepada warga disekitar gunung belakang itu dan warga menjadi mahir dalam keahlian ukir kayu seperti yang di ajarkan prabangkara. Dan keahlian itu ternyata dapat di wariskan secara turun temurun hingga saat ini
Ya semoga informasi ini bisa menjadikan kecintaan anda akan hasil karya budaya negeri ini yang begitu beragam dan menajubkan.
11/11/2022
SELAMAT PAGI...DAN SALAM.SEJAHTERA
BUAT BAPAK/IBU semuanya, disini Rahma MEBEL Jepara ada yang bisa kami bantu ??