Menerima segala macam pembuatan meja, kursi, rangka sofa dll.. (Custom)
Proses cepat
Lok. JEPARA, jawa Tengah
info furniture & rangka
God is so Good
Pecinta drama sinetron pasti tau artis ini.. 😁
Ayo tebak, siapakah wanita cantik ini ? 😂🤭
Karnaval
Save di sini edisi nonton Karnaval kemarin ☺🥰
12/05/2026
Usai para juri LCC 4 Pilar MPR RI dihujat oleh warganet. Kini sorotan kembali menuai kontroversi.
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat tengah menjadi sorotan publik usai video perdebatan dalam ajang tersebut viral di media sosial.
Kontroversi muncul setelah dewan juri dinilai tidak objektif karena memberikan penilaian berbeda terhadap dua jawaban peserta yang dianggap serupa.
Dalam video yang beredar, tim Grup C dari SMAN 1 Pontianak terlihat melayangkan protes usai jawaban mereka dinyatakan kurang tepat dan mendapat pengurangan nilai sebesar lima poin.
Sementara itu, tim lain yang memberikan jawaban serupa justru memperoleh poin penuh, yakni 10 poin.
Keputusan tersebut memicu kekecewaan peserta dan menuai reaksi luas dari warganet. Banyak netizen mempertanyakan objektivitas dewan juri, bahkan kolom komentar akun resmi MPR RI dibanjiri kritik.
Menanggapi polemik itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menyatakan pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping untuk membahas insiden tersebut.
Menurut Faisal, salah satu dugaan penyebab kesalahpahaman dalam penilaian adalah gangguan teknis pada speaker yang mengarah ke meja dewan juri.
Akibat gangguan itu, jawaban peserta diduga tidak terdengar jelas oleh juri, meski terdengar jelas oleh penonton di lokasi maupun pemirsa siaran langsung YouTube.
"Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas," ujar Faisal, Senin (11/5/2026).
Meski begitu, pihak Disdikbud meminta sekolah tetap menempuh jalur resmi dengan mengajukan permohonan peninjauan ulang kepada panitia penyelenggara.
Faisal juga menegaskan bahwa LCC 4 Pilar merupakan agenda yang diselenggarakan langsung oleh MPR RI, bukan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Sumber : Radar Jember
22/04/2026
Seorang wanita di Kota Medan menjadi sorotan setelah mengaku kehilangan handphone miliknya usai diservis di sebuah tempat perbaikan di Kecamatan Medan Area.
Awalnya, wanita tersebut datang untuk memperbaiki perangkatnya yang rusak dan telah membayar biaya servis sesuai kesepakatan. Namun setelah proses perbaikan dinyatakan selesai, ia justru tidak menerima kembali handphone miliknya. Tukang servis disebut mengaku tidak mengetahui keberadaan perangkat tersebut.
Merasa dirugikan, wanita itu kemudian mengadu kepada kerabatnya. Tak ingin berlarut-larut, mereka mendatangi kantor MPC Pemuda Pancasila Kota Medan untuk meminta bantuan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Saudara Taufik, anggota KOTI MPC Pemuda Pancasila Kota Medan yang sedang bertugas. Ia kemudian berkoordinasi dengan Ketua Ranting di wilayah lokasi usaha servis tersebut.
Tak lama kemudian, tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan penelusuran. Dalam proses tersebut, tukang servis yang bersangkutan berhasil ditemukan.Setelah dilakukan pendalaman, keberadaan handphone milik wanita itu akhirnya terungkap dan perangkat tersebut pun berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan jasa servis, terutama untuk barang berharga seperti handphone.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Jepara
Jepara
59432